Seringkali gue berjumpa dengan orang-orang yang menyulitkan suatu masalah yang sederhana, singkatnya nyusahin diri sendiri. Hal ini adalah salah satu hal yang paling gue ngga suka. Buat apaan sih nyusah-nyusahin diri lo kalo lo bisa ngelakuin hal itu dengan cara yang jauh lebih simpel. Rela amat lo dibodoh-bodohin sama hal kayak ginian, meding lo cari kerjaan lain. Walah kenapa gue jadi marah-marah begini?
Yah pokoknya gue baru sadar belakangan ini bahwa udah cukup lama gue hidup dilingkungan yang sama kasusnya dengan yang udah gue tulis tadi, yang bisa dibilang, membesar-besarkan masalah kecil, merumitkan yang sederhana. Heran gue, manusia-manusia jaman sekarang sangat kreatif ya dalam mengubah suatu hal yang simpel jadi ribet atas bawah kanan kiri depan belakang muter-muter ngga berujung. Standing ovation (y). Dan karena hal ini, gue menyimpulkan bahwa gue adalah suatu bagian dari hal yang engga gue suka. Dengan kata lain, gue adalah sosok yang engga gue suka, yang berarti gue bukanlah diri gue.
Entah apa sebab awal dulu gue terseret jadi seperti ini. Tapi nasi sudah menjadi bubur, dan masalah hanya muncul untuk diselesaikan. Walaupun seharusnya gue ngga menamai ini masalah, ego gue udah ngga mau ngalah lagi. Yah semoga Allah membantu gue dan gue dikuatkan agar gue bisa menjadi diri gue sendiri lagi.


Mereka yang pernah komen...