Gue akui gue adalah seorang fans sejati Harry Potter, mau buku dan film. Gue inget banget pertama kali gue tau Harry Potter dari bokap-nyokap gue yang suatu hari pulang ke rumah dengan membawa DVD Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Dan reaksi gue pada saat itu adalah sangat antusias, entah kenapa alasannya. Lalu gue tonton seri pertama dari Harry Potter yang sensasional itu. Dan terbukti gue sepertinya terkena sihirnya. Seakan-akan gue adalah bagian dari cerita itu sendiri, melihat keadaan hogwarts, ikut berdialog dengan karakternya, mengikuti kelas-kelas di hogwarts, memiliki asrama, main Quidditch, punya tongkat sihir, bahkan sampe ke khayalan tingkat tinggi yaitu berhadapan dengan Voldemort dalam suasana tegang.

Dan benar-benar ngga kerasa sekarang Harry Potter udah aja mau selesai. Seri terakhirnya, Harry Potter and the Deathly Halllows atau kita sebagain orang Indonesia menyebutnya Harry Potter dan Reikui Kematian, udah mau tayang di bioskop. Menyambut hal ini, gue sama antusiasnya pada saat gue pertama kali diperkenalkan ke dunia Harry Potter. Gue bener-bener nggak sabaran. Tapi di sisi lain, gue sedih karena kalo Harry Potter selesai di tayangin semua serinya, ngga adalagi yang bisa gue tungguin setiap tahunnya buat tayang di Bioskop. Nggak ada lagi tebak-menebak cerita selanjutnya. Tapi kemudian gue tau bahwa Harry Potter 7 dijadiin dua bagian, dan gua agak lega karena paling engga waktu perpisahan gue dengan Harry Potter di perpanjang, lagipula dengan dijadikan dua bagiannya film ini, bisa lebih memberi detail dan efek yang hebat. Bagian pertama bakal release November 2010 ini, sedangkan bagian kedua pada sekitar awal 2011.

Baru beberapa hari yang lalu gue ngeliat gambar diatas, dan inilah pemicu rasa berkobar gue ngebet nonton Harry Potter. Dan gue baru sadar, sang master JK Rowling sebenarnya sangat-sangat sukses dalam membuat cerita ini. Coba perhatikan betapa uniknya ide beliau akan dunia sihir; mulai dari Professor McGonagall bisa jadi kucing, sekolah hogwarts, asrama-asramanya, makanan yang bisa langsung muncul di meja makan, makhluk-makhluk aneh, tokoh-tokoh yang sangat luas dan bervariasi, mantra-mantra, pelajaran ‘Telaah Muggle’, Quidditch, Kementrian Sihir, dan masih banyak lagi. Dan dibalik semua ide brillian ini, JK Rowling secara nggak langsung memainkan emosi kita di setiap seri; mulai dari sedih mengenai orang-tua Harry, senang ketika muncul karakter Fred dan George Weasley, tegang pada adegan Voldemort, sampai marah ketika mengetahui perbuatan licik Draco Malfoy. Terutama banget gambar diatas yang menggambarkan bagaimana Harry Potter, tokoh utama disini, begitu tegar dan kuat sejak awal ia kehilangan kedua orangtuanya, lalu walinya (dimana mungkin satu-satunya orang yang Harry anggap sebagai keluarga kandungnya yang dapat dijadikan tempat berbagi) yang hanya ia kenal dalam waktu singkat, juga sang bijak Albus Dumbledore tempat ia bergantung dan berharap (ngga dipampangin fotonya), dan seorang guru yang sangat mengerti dan peduli kepada Harry, Remus Lupin. Semua orang ini telah meninggalkannya sendirian, semua orang yang berarti buat dia. Meskipun begiu, Harry tau mereka semua selalu ada di hati Harry (lihat kan betapa JK Rowling memainkan emosi gue). Dan karena orang-orang penting buat Harry ini meninggal dalam tangan yang sama, Voldemort, Harry tentunya ingin membalas dendam semua kematian yang sangat menusuk buat dia, juga untuk menghapuskan bagian hitam dari dunia sihir. Kalo dari gambar diatas sih gue menyimpulkan bahwa Harry benar-benar bertekad akan menghabiskan Voldemort buat orang-orang yang dicintainya ini, dan dia merasakan keberadaan mereka buat Harry dan walaupun Harry gagal dan mati nanti Harry juga ngga akan rugi karena Harry bakal ketemu dan bergabung sama mereka. Dan tagline “Until the very end” mungkin melengkapi emosi tingkat tinggi ini. Etdah dewa deh pikiran gue.
Huaduh gue merasa nyatu banget nih sama Harry. Gue jadi merasa menjadi salah satu orang yang paling beruntung di dunia karena memiliki kesempatan untuk mengenal Harry Potter dan segala isi dunianya. Dan karena Harry Potter 7 udah mau tayang sebulan lagi, gue punya projek baru; baca novel Harry Potter dan Relikui Kematian 1 bab 1 malam, karena ada 36 bab, insyaallah pas gue selesai baca Harry Potter 7 (padahal udah dua kali khatam) filmnya udah release ^^




Mereka yang pernah komen...